Minggu, 16 Agustus 2009

Kuasa Doa Satu Salam Maria


Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.


Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati. Amin.

Jutaan umat Katolik biasa mendaraskan Salam Maria. Sebagian mendaraskannya dengan begitu cepat, bahkan tanpa memikirkan kata-kata yang mereka ucapkan. Pernyataan-pernyataan berikut ini semoga dapat membantu kita mendaraskannya dengan lebih khusuk.

Satu Salam Maria yang didaraskan dengan baik memenuhi hati Bunda Maria dengan sukacita dan memperolehkan bagi diri kita sendiri rahmat-rahmat luar biasa yang tak terkatakan, yang ingin dilimpahkan Bunda Maria kepada kita. Satu Salam Maria yang didaraskan dengan baik memperolehkan bagi kita jauh lebih banyak rahmat daripada seribu Salam Maria yang didaraskan secara asal.

Doa Salam Maria bagaikan suatu tambang emas di mana kita senantiasa dapat menggali darinya tanpa ia pernah menjadi habis. Sulitkah mendaraskan Salam Maria dengan baik? Yang kita perlukan hanyalah belajar memahami nilai dan artinya.

St. Hieronimus mengatakan bahwa “kebenaran yang terkandung dalam Salam Maria begitu agung dan luhur, begitu mengagumkan, hingga tak ada manusia atau pun malaikat yang dapat memahami sepenuhnya.”

St. Thomas Aquinas, Pujangga Gereja yang terkemuka, 'yang paling bijaksana di antara para kudus dan yang paling kudus di antara para bijaksana', seperti dinyatakan oleh Paus Leo XIII, berkhotbah selama 40 hari lamanya di Roma hanya tentang Salam Maria, membuat para pendengarnya terpesona serta penuh sukacita.

Pastor F. Suarez, seorang imam Yesuit yang terpelajar dan kudus, ketika sedang menghadapi ajal menyatakan bahwa dengan senang hati ia akan menyerahkan seluruh dari banyak buku berbobot yang ia tulis, juga seluruh karya sepanjang hidupnya, demi mendapatkan ganjaran dan jasa dari satu doa Salam Maria yang didaraskan dengan khusuk dan tulus.

St. Mechtilda, yang sangat mengasihi Bunda Maria, suatu hari sedang berusaha keras untuk menggubah sebuah doa yang indah untuk menghormati Bunda Maria. Bunda Maria menampakkan diri kepadanya, dengan tulisan emas di dadanya: “Salam Maria penuh rahmat.” Santa Perawan berkata kepadanya, “Berhentilah, anakku terkasih, dari usahamu itu, oleh sebab tidaklah mungkin engkau dapat menggubah suatu doa yang dapat memberiku sukacita dan kebahagiaan seperti Salam Maria.”

Seorang pria memperoleh sukacita luar biasa dengan mendaraskan Salam Maria secara perlahan-lahan. Santa Perawan menampakkan diri kepadanya dengan tersenyum dan mengatakan kepadanya hari serta jam bilamana ia akan meninggal, serta memperolehkan baginya kematian yang paling kudus dan bahagia. Setelah kematiannya, sekuntum bunga bakung putih yang indah tumbuh dari mulutnya. Pada daun-daun bunganya tertulis “Salam Maria”.

Cesarius menceritakan kisah serupa. Seorang biarawan yang rendah hati dan kudus tinggal di sebuah biara. Daya tangkap dan daya ingatnya begitu lemah hingga ia hanya dapat menghafalkan satu doa saja, yaitu “Salam Maria”. Setelah kematiannya, sebatang pohon tumbuh di atas kuburnya dan pada semua daun-daunnya tertulis: “Salam Maria”.

Kisah-kisah indah berikut ini menunjukkan kepada kita betapa tinggi nilai devosi kepada Bunda Maria dan betapa besar kuasa doa Salam Maria yang didaraskan dengan khusuk.

Setiap kali kita mengucapkan Salam Maria, kita mengulangi kata-kata yang sama yang diucapkan Malaikat Agung St. Gabriel pada waktu menyampaikan salam kepada Maria pada Hari Kabar Sukacita, yaitu ketika ia menjadi Bunda Putra Allah.

Begitu banyak rahmat dan sukacita yang memenuhi jiwa Maria saat itu.

Sekarang, pada saat kita mendaraskan Salam Maria, kita mempersembahkan sekali lagi segala rahmat dan sukacita tersebut kepada Bunda Maria dan ia menerimanya dengan bahagia yang mendalam.

Sebagai balasnya, ia membagikan sukacitanya itu kepada kita.

Suatu ketika, Yesus meminta St. Fransiskus Asisi untuk memberi-Nya sesuatu. Orang kudus itu menjawab, “Tuhan terkasih, aku tak dapat memberi-Mu apa-apa lagi, sebab aku telah memberikan segalanya untuk-Mu, yaitu segenap cintaku.”

Yesus tersenyum dan berkata, “Fransiskus, berikan pada-Ku segenap cintamu itu lagi dan lagi, setiap kali, cintamu itu mendatangkan kesukaan yang sama bagi-Ku.”

Demikian juga dengan Bunda kita terkasih. Setiap kali kita mendaraskan Salam Maria, Bunda Maria menerima dari kita segala sukacita dan kebahagiaan yang sama seperti yang ia terima dari perkataan St. Gabriel.

Allah yang Mahakuasa telah menganugerahkan kepada Bunda-Nya yang Terberkati segala kemuliaan, keagungan, dan kekudusan yang diperlukan untuk menjadikannya Bunda-Nya Sendiri yang paling sempurna.

Namun demikian, Ia juga menganugerahkan kepada Bunda-Nya segala pesona, cinta, kelemah-lembutan serta kasih sayang yang diperlukan untuk menjadikannya Bunda kita yang paling terkasih. Bunda Maria adalah sungguh-sungguh dan benar-benar Bunda kita.

Seperti anak-anak lari kepada ibunya ketika menghadapi bahaya untuk minta perlindungan, demikian juga patutlah kita lari segera dengan keyakinan tak terbatas kepada Maria.

St. Bernardus dan banyak para kudus lainnya mengatakan bahwa tak pernah sekali pun terdengar pernah terjadi di suatu waktu atau pun tempat bahwa Bunda Maria menolak mendengarkan doa anak-anaknya yang di bumi.

Mengapakah kita tidak menyadari kebenaran yang sangat menghibur hati kita ini? Mengapakah kita menolak cinta dan penghiburan yang ditawarkan oleh Bunda Allah yang Manis kepada kita?

Adakah sikap acuh kita yang mengerikan, yang menjauhkan kita dari pertolongan dan penghiburan yang sedemikian itu?

Mengasihi dan mengandalkan Maria berarti berbahagia di dunia sekarang ini dan berbahagia kelak di Surga.

Dr. Hugh Lammer adalah seorang Protestan fanatik, dengan prasangka-prasangka kuat menentang Gereja Katolik. Suatu hari ia menemukan suatu penjelasan tentang Salam Maria dan membacanya. Ia begitu terpesona olehnya hingga mulai mendaraskannya setiap hari. Tanpa disadarinya, segala antipati dan kebenciannya terhadap Gereja Katolik mulai lenyap. Ia menjadi seorang Katolik, seorang imam yang kudus dan profesor Teologi Katolik di Breslau.

Seorang imam diminta datang ke sisi pembaringan seorang yang sedang menghadapi ajal dalam keputusasaan oleh karena dosa-dosanya. Namun demikian, orang itu bersikukuh menolak mengakukan dosa-dosanya. Sebagai usahanya yang terakhir, imam meminta si sakit agar setidak-tidaknya ia mendaraskan Salam Maria. Sesudah mendoakan Salam Maria, pria malang itu mengakukan dosanya dengan tulus dan meninggal dengan kudus.

Di Inggris, seorang imam paroki diminta untuk pergi menemui seorang wanita Protestan yang sedang sakit parah dan rindu menjadi seorang Katolik. Ketika ditanya apakah ia pernah pergi ke Gereja Katolik, atau apakah ia pernah belajar dari umat Katolik, atau apakah ia membaca buku-buku Katolik, ia menjawab, “Tidak, tidak pernah.” Sejauh yang dapat diingatnya ialah - ketika masih kanak-kanak - ia belajar dari seorang gadis kecil tetangga yang Katolik doa Salam Maria, yang kemudian dilakukannya setiap malam. Wanita itu kemudian dibaptis dan sebelum meninggal boleh menikmati kebahagian menyaksikan suami dan anak-anaknya dibaptis juga.

St. Gertrude mengatakan dalam bukunya, “Wahyu” bahwa ketika kita mengucap syukur kepada Tuhan atas rahmat-rahmat yang Ia berikan kepada seorang kudus tertentu, kita juga memperoleh bagian besar atas rahmat-rahmat tersebut.

Jika demikian, rahmat-rahmat apakah yang tidak akan kita peroleh jika kita mendaraskan Salam Maria sementara kita mengucap syukur kepada-Nya atas segala rahmat tak terkatakan yang telah Ia anugerahkan kepada Bunda-Nya Maria?


With Ecclesiastical Approval


“. . . Satu Ave Maria (Salam Maria) yang didaraskan tanpa perasaan mendalam, tetapi dengan kehendak yang tulus dalam masa kekeringan, jauh lebih bernilai di hadapanku daripada satu Rosario penuh yang didaraskan di tengah penghiburan.”

Bunda Maria kepada Sr. Benigna Consolata Ferrero


“Seorang imam Yesuit yang kudus dan terpelajar, Pastor Suarez, memahami dengan begitu mendalam nilai Salam Malaikat (Salam Maria) hingga ia mengatakan bahwa ia akan dengan senang hati menyerahkan segala ilmu yang diperolehnya demi memperoleh ganjaran dan jasa satu Salam Maria yang didaraskan dengan pantas.”

St. Louis De Montfort, Rahasia Rosario, hal. 48

sumber : “The Power of One Hail Mary”; www.catholictradition.org


Ave Maria in Languages "The Hail Mary in Twelve Languages"


Latin
Ave Maria, gratia plena,
Dominus tecum,
benedicta tu in mulieribus,
et benedictus fructus ventris tui Iesus.
Sancta Maria mater Dei,
ora pro nobis peccatoribus, nunc, et in hora mortis nostrae.
Amen

English
Hail Mary, full of grace,
our Lord is with thee,

blessed art thou among women,
and blessed is the fruit of thy womb, Jesus.
Holy Mary, mother of God,
pray for us sinners, now, and in
the hour of our death.
Amen.

French
Je vous salue, Marie, pleine de grâce.
Le Seigneur est avec vous.
Vous êtes bénie entre toutes les femmes,
et Jésus, le fruit de vos entrailles, est béni.
Sainte Marie, Mère de Dieu,
Priez pour nous, pauvres pécheurs,
maintenant et à l'heure de notre mort.
Amen

Cree
Kit'atamiskâtin Marie, siyâkaskineskâkuyan Manito o sâkihituwin, kitehîk ayâw Kise-Manito. Ispitchi kakkiyaw iskwewok kiya ayiwâk kit'iteyittâkusin ayiwâk mina iteyittâkusin Jesus ka ki kikiskawat.
Kitchitwa Marie Kise-Manito Wekâwimisk ayamihestamâwinân, piyâstâhuyâk, anotch mina wi nipiyâki. Pitane ekusi ikkik.
Amen

German
Gegrüßet seist du, Maria, voll der Gnade,
der Herr ist mit dir.
Du bist gebenedeit unter den Frauen, und gebenedeit ist die Frucht deines Leibes, Jesus. Heilige Maria,
Mutter Gottes,
bitte für uns Sünder jetzt und in der Stunde
unseres Todes.
Amen

Spanish
Dios te salve, María, llena eres de gracia,
el Señor es contigo.
Bendita tú eres entre todas las mujeres,
y bendito es el fruto de tu vientre, Jesús.
Santa María, Madre de Dios,
ruega por nosotros, pecadores,
ahora y en la hora de nuestra muerte.
Amen

Italian
Ave Maria, piena di grazia,
il Signore è con te.
Tu sei benedetta fra le donne
e benedetto è il frutto del tuo seno, Gesú.
Santa Maria, Madre di Dio,
prega per noi peccatori,
adesso e nell'ora della nostra morte.
Amen

Portuguese
Avé Maria, cheia de graça,
o Senhor é convosco.
Bendita sois vós entre as mulheres;
bendito é o fruto do vosso ventre, Jesus.
Santa Maria, mãe de Deus,
rogai por nós, pecadores,
agora e na hora da nossa morte.
Amen

Tagalog
(Phillipines) Aba Ginoong Maria, napupuno ka ng grasiya,
Ang Panginoong Diyos ay sumasaiyo.
Bukod kang pinagpala sa babaeng lahat
At pinagpala rin naman ang anak mong si Hesus.
Santa Maria, Ina ng Diyos
Ipanalangin mo kaming makasalanan
Ngayon at kung kami'y mamamatay.
Amen

Indonesian
Salam Maria penuh rahmat Tuhan besertamu,
Terpujilah engkau diantara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu Yesus,
Santa Maria Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan selama-lamanya.
Amin

Dutch
Wees gegroet, Maria, vol van genade.
de Heer is met u.
Gij zijt de gezegende onder de vrouwen,
en gezegend is Jezus, de vrucht van uw schoot.
Heilige Maria, Moeder van God.
Bid voor ons zondaars,
nu en in het uur van onze dood.
Amen

Finnish
Terve, Maria, armoitettu,
Herra sinun kanssasi;
Siunattu sinä naisten joukossa ja
siunattu kohtusi hedelmä Jeesus.
Pyhä Maria, Jumalan äiti,
rukoille meidän syntisten puolesta
nyt ja kuolemamme hetkellä.
Aamen

Sabtu, 15 Agustus 2009

Love You Mother


How are you to day mother?
Rindu melihat dirimu
Engkau begitu lelah dan letih
Tapi engkau tegar menghadapi hidup


Berada dalam pangkuanmu
Tenang jiwaku…

Dalam setiap nafasmu
Kau memberikan segalanya
Hanya untuk aku
Aku mengasihi dan mencintaimu
Selalu…

Sebuah iringin doa
Kuhanturkan…

Terima Kasih buat cintamu


(Thesa 050609)

“White Christmas”

Kelamnya malem
Mengisi kekosongan hati ini
Kapan kah kebahagiaan itu datang…



Bapa…
Kau berikan hadiah natal
Diluar dugaanku…



Menangis…
Kau menghapusnya…
Terima kasih buat cintaMu kepadaku
Untuk hadiahnya…

Bapa…
Kau meminta dan menginginkan
Aku tersenyum kepada manusia yang kesusahan
Bila aku mampu maka aku harus membantunya
Aku harus mengasihi diriku sendiri
Agar dapat sungguh mengasihi sesama seperti diriku sendiri
Inilah, semua yang Kau inginkan dariku…

Aku akan melakukanNya…

Bapa…
Aku akan lebih tegar lagi
Untuk menghadapi badai apapun…
Aku akan selalu tersenyum
Sesulit apapun keadaanku

Rasa syukur…
Berjuta – juta ucapan terima kasih
Aku panjatkan kepadaMu…
Kaulah Andalanku…

Bapa…
Terima kasih buat senyumMu untukku

Praise to The Lord…
Merry Christmas…


(Thesa 261208)

Rabu, 12 Agustus 2009

Sinar Kebahagiaan


Sahabatku…
Kebahagiaanmu begitu terpancar
Bersama dengan sang pujaan hati

Sempurna…
Mengiringi kebahagiaanmu…
Dengan seuntai kata – kata


Sahabatku…
Mentari akan selalu bersinar
Menyambut hidupmu yang baru

Kelembutan embun pagi
Mewarnai hari - harimu
Menyertai setiap langkah
Menjadi istri yang terbaik untuk suamimu

Harum melati menghiasi rambutmu
Kebahagiaan penuh dengan Keabadiaan
Selamat Menempuh Hidup Baru
Sahabatku…


Penuh Berkat dan Doa Untukmu
Sang Bunda Yang Maha Kasih
Akan Bersama dan Menyertaimu
Selalu…


To. Nila
From. Thesa

Keindahan Senyuman




Dunia menghantarkan senyuman
Untuk kebahagiaanmu…


Janji Setia…
Hidup Selamanya…
Dua Hati menjadi Satu


Keindahan warna bunga
Menghiasi setiap langkah hidupmu
Tegar menghadapi hidup
Biarlah warnanya selalu menghiasi
Semangatmu…

Selamat Menempuh Hidup baru
Sahabatku…


To. Sri
From. Thesa

Senin, 18 Mei 2009

Senyuman Berwarna

Matahari menyambut dirimu dengan kelembutan
Senyuman yang berwarna
Untukmu adikku...

Bersinarlah seperti fajar
Membangunkan harapan



Sayang...
Harapan dan impianmu
Bersinar selalu...



Seberat apapun bebanmu...
Hadapilah dengan senyuman
Kau tidak berjalan sendiri

Bapa selalu menemanimu
Di setiap langkahmu...
Air mata...
Dia hapuskan...
BersamaNya ada kedamaian

Selamat untukmu
Adikku sayang...
Berwarnalah selalu
Disetiap langkapmu

To. LCS
From. Thesa

(Thesa 170509)