Senin, 21 September 2009

Semuanya Indah Pada Akhirnya


Angin…
Bawaku terbang bersama denganmu
Engkau senantiasa selalu ada

Sejuknya udara pagi hari
Membangunkan dalam lelap tidurku
Langkah awal menuju perjalanan

Cahaya lilin…
Sinarnya memancarkan kegelapan
Menyalahkan semangat baru
Terus menerus dalam kehidupan

Bapa…
Engkau Selalu setia dihidupku
Memberikan kekuatan dan pengharapan
Semuanya indah pada akhirnya


(Thesa 210909)

Kebesaran KasihNya

Sungguh besar karya Tuhan kepada kita… apa yang kita perlukan dan kita mohon kepadaNya terkadang tidak terpenuhi olehnya. Sebenarnya bukan tidak dipenuhi oleh Tuhan tetapi melainkan Dia lebih mengetahui apa yang kita perlukan untuk setiap kebutuhan kita. Tetapi Luar biasa…

Dia selalu membuat kejutan kepada anak – anakNya, sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan tetapi Dia berikan kepada kita.

Banyak hal dalam hidup yang harus kita renungkan, Begitu Besar keperdulian Tuhan kepada kita, Dia sangat mengerti setiap titik – titik pergumulan kita, menangis… coba renungkan “Dia menghapus air mata, ketika kita bersimpu di pangkuanNya”

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seseorang Penolong yang lain, supaya Ia akan menyertai kamu selama – lamaNya, -Yohanes 14 : 16-

Kota Bandung, Diterminal.. aku menemukan seorang Ibu pengemis tua, yang membuat aku heran… jarang sekali aku melihat seorang pengemis menolak aku berikan uang untuk dia makan, sebaliknya sapanya kepadaku “Saya masih bisa berdiri dan berjalan untuk bekerja dengan mengambil gelas, botol aqua bekas untuk dijual serta barang – barang bekas, saya bisa hidup karena Tuhan beserta dengan saya setiap waktu dan saya tidak perlu khawatir buat saya makan untuk hari ini.” dia yang tidak mempunyai anak maupun keluarga, begitu tegar untuk hidup dan tidak mengeluh dengan keadaannya, Senyuman yang tulus kulihat diwajahnya. Setiap aku ke terminal itu, aku mencari Ibu itu tetapi tidak pernah kutemui lagi, apakah dia seorang malaikat?? Suatu pelajaran hidup…

Sekecil dan seberat apapun hidup, jangan pernah khawatir, jalanin dan hadapi dengan senyuman… Bersyukur selalu kepada Tuhan, untuk hari – hari yang kita jalanin, walaupun badai hidup kita berat tetapi percaya dia akan meringankan hidup kita… aku sangat menyukai lagu Allah Mengerti, Allah Perduli, untuk setiap persoalan kehidupan.

Ada bocah kecil yang diagnosa dokter tidak umur panjang, aku pun sangat kagum dengan semangatnya untuk hidup, Dia tak pernah marah dan mengeluh dengan Tuhan… bahwa dia tidak bisa menikmati hari – hari bersama dengan teman – teman dan keluarga dengan jangka waktu lama. Selalu ceria, walaupun sempat aku lihat Dia menahan kesakitannya sewaktu di suntik oleh dokter. Saat aku mengunjunginya untuk kedua kalinya, fisiknya sudah begitu lemah, tetapi Dia selalu tersenyum dengan semuanya… walaupun dia kesakitan. Dia meminta aku hadiah dengan menyanyikan sebuah lagu, Kami Perlu Kau Tuhan… dan akhirnya Dia meninggal dan pergi meninggalkan keluarga dan teman – temannya. Walaupun Dia pergi tetapi Semangat hidupnya terus menyalah di dalam keluarganya. Kita bisa mengambil suatu makna didalam anak kecil ini yaitu Semangat Hidupnya…

Minggu, dimana pada saat aku misa di kapel, tampaklah disana… koor dibawakan oleh mereka tuna netra, suara mereka indah sekali… Tuhan memberikan karunia untuk mereka masing – masing, ada yang memainkan alat musik, beberapa dari mereka membuat suatu band untuk pelayanan – pelayanan di gereja – gereja. Alat – alat musik yang mereka mainkan dipelajari sendiri dan mereka berusaha untuk bisa melayani dan hidup selayaknya orang – orang yang normal.

Melihat mereka aku terharu, memang banyak dari mereka butuh dukungan dari kita yang normal, dukungan, perhatian, moril dan lainnya. Sorang Ibu yang duduk disebelah aku sangat menyukai kata – kata mutiara, bahkan Dia adalah seorang guru disekolah. Mereka walaupun tidak bisa melihat tapi mereka mengunakan mata hatinya dengan kepekaan. Seseorang bercerita dengan aku, saat dia menemeni seorang tuna netra membeli baju, ditengah jalan begitu ramai dan bising karena macet disepanjang perjalanan. Tetapi mereka tahu bahwa disudut paling depan ada sebuah aliran air. Walaupun tidak melihat tetapi mereka mengunakan kepekaan pendengaran dan hati, mereka pun sama dengan kita… bisa berkarya. Tuhan selalu memelihara, dan kita sangat berharga dimataNya.

Aku hendak bersyukur kepada Tuhan karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Maha Tinggi. -Mazmur 7 : 18-


Gelombang badai kehidupan akan selalu menghampiri kita… tetapi percaya bahwa Bapa tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun, Apabila ada seseorang yang tidak menyukaimu, kasihilah Dia… memang berat sekali untuk menjalankannya, seseorang yang membuat hidupmu tersiksa sampai menganggu kehidupanmu… Ingatlah!!! Bapa… tidak pernah tertidur… Dia melihat Engkau berjalan menghadapi badai itu, melihat seberapa besar Imanmu… untuk menghadapi persoalan tersebut. Selalu mengucap syukur kepadaNya untuk hari ini, hari esok yang akan kita jalani bersamaNya dan Dia akan memberikan Anugrah dan kekuatan yang baru untuk hari – hari kehidupan kita… Jangan pernah berhenti berbincang – bincang dengan BAPA… Karena DIA adalah kekuatan, sumber segala pertolongan, sumber segala Jawaban adalah didalam NamaNya.


Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai suatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga. -Lukas 6 : 22-23-

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan aku, aku berkata : Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. -Lukas 6 : 27-28-


Pernah kurasakan dimana …sewaktu aku benar – benar sudah tak berdaya… tapi Dia membangkitkan aku. Membantu untuk berdiri dengan tegak dan menghampus air mataku…. Dia menyelamatkan aku, disaat kuberseru dan memanggil NamaNya…. semua yang aku perlukan, kudapatkan dari Nya….

Sungguh Bapa tidak pernah tertidur, Dia memberikan tanganNya untuk menopang kita… Karena Hidup kita sangat berharga di MataNya…

Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya. -Mazmur 109 : 26-27-


Seorang Bunda…
Harumnya kasih yang ditebarkan untukku sehari – hari, menemaniku dalam keadaan apapun maupun dalam keadaan tak berdaya. Berdoa bersama – sama denganku…

Bunda Yang Maha Rahim
Pancaran sinar mataMu
Menyejukan diriku
Memberikan kekuatan
Setiap hari…

Kebahagiaan…
Kedamaiaan…
Ketenangan…

Bunda…
Terima kasih untuk semuanya

Ajarlah kami menghitung hari – hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. -Mazmur 90 : 12-


Bandung… kota yang membuat penuh dengan kenangan – kenangan…. Walaupun keberadaan aku disana begitu singkat… Awal kuberada digereja, disuatu kedai yang dimana aku ingin membeli Rosario untuk sahabatku… disanalah aku kenal dengan teman – teman legio, senang bergabung dengan mereka, semakin mengetahui apa itu legio… dahulu pikirku kalau legio itu hanya serba dengan doa – doa Rosario saja. Tetapi banyak hal – hal lainnya yang dilakukan, salah satunya menyediakan keperluan untuk misa di kapel setiap minggu, dimana kita juga misa bersama dengan tuna netra… kalau mereka (tuna netra) mendapatkan tugas koor.. luar biasa suara mereka sangat merduu… aku kagum dengan mereka…

Merindukan mereka semua… begitu nyata kebesaran Tuhan. Sahabatku yang berlibur di bandung, dimana keponakannya yang sakit tidak ingin di operasi, pada saatku bersama – sama dengannya berdoa di karmel, bunda yang maha rahim menjamahnya dengan penuh kehangatan, Bapa memulihkan dan menyembuhkanNya.

Suatu hal yang aku dapat dari sahabatku… Iparnya dahulu sangat aktif kegiatan digereja, sekarang dia menyesal telah meninggalkan bunda… semua pelayanannya ditinggalkan… dan sekarang bersama dengan keluarganya kembali dihadapan sang bunda, aku mendapatkan suatu hikmat dari kejadian iparnya sahabatku. Dimana dahulu, aku sangat aktif sekali pelayanan digereja, tetapi pada suatu hari, aku mendapatkan seorang kekasih yang dimana wilayah jarak rumah kami berdua sangat jauh. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikutinya dan gereja diwilayahnya.

Pelayanan digereja aku tinggalkan… seiring waktu berjalan, bertahun – tahun aku jalanin bersamanya… dan semuanya berakhir, semuanya hancur.. segala impian dan harapan… semuanya musnah.

Bapa selalu menyertaiku…. aku sempat kecewa dan marah dengan Tuhan… WHY??? Kenapa… kenapa… Dia mengambil semua orang yang aku kasihi.. pertama aku kehilangan papa… beliau yang selalu bersama – sama denganku.. 2 tahun kemudian, orang yang aku cintai… semuanya lepas dari tanganku… begitu kecewanya kepada Tuhan… untuk berdoa saja, aku sangat sulit, selalu yang kukatakan, “Engkau… tahu, Bapa… apa yang aku rasakan…”

Setelah hubunganku berakhir… Aku bingung kepada siapa lagi, aku curhat dengan seseorang tentang kehidupanku…. Yang biasanya aku selalu bercerita dan bertukar pikirin dengan kekasihku… Tiba – tiba hatiku ingin telepon supplier atau kontraktor yang biasanya dekat sebatas kerjaan. Aku menelepon kepadanya dan bercerita kejadiaan yang terjadi padaku, bahwa hubunganku yang sekian lama berakhir.

Dialah yang selalu menyediakan waktunya untukku… yang aku tahu Dia sangat sibuk, tetapi aku juga tidak mengerti Dia selalu punya waktu untukku. Singkatnya, Aku pernah mengatakan kepadanya bahwa aku ingin sekali bertemu dengan seorang pendeta, lalu Si Ibu mengatakan “segeralah… aku mencari seorang pendeta untuk meringankan hatiku…” lalu aku mengatakan kepadanya “bagaimana,,,, aku bisa mencari seorang pendeta??? Yang biasanya aku selalu kegereja dengan kekasihku… dan sekarang, aku harus kemana???, yang dahulu aku kemana – mana selalu bersama dengannya… tapi aku percaya nanti pasti aku akan menemukan gereja untuk sharing dengan pendeta…. ”

Setelah aku pulang kantor… aku ingin naik angkot menuju kerumah tetapi aku salah naik jurusan, yang dimana jurusan itu menuju ke tangerang – daan mogot. Lalu aku bertanya kepada supir tersebut deket daerah sana ada gereja tidak?? Lalu dia menujukan dan memberitahu gereja tersebut, dimana aku turun dibelakang gereja. Pada waktu itu sudah malem dan aku tidak bisa melihat tulisan nama gerejanya. Aku bertanya kepada warung didepan, kalau aku ingin bertemu pendeta dimana tempatnya??

Kemudian orang tersebut bingung melihatku, karena gereja tersebut tidak ada seorang pendeta tetapi seorang romo… lalu aku mengatakan tidak masalah, kalau memang adanya seorang romo, lalu dia menujukan kearah sekretariat. Lalu aku menuju ke sekretariat, waktu begitu sulit untuk menemui romo akhirnya aku bisa bertemu dan sharing dengannya. Setelah sharing dengannya dan mendoakan aku, mengatur janji kembali dengan romo setelah habis natal akan bertemu kembali.

Perjalananku untuk sampai bisa bertemu dengan romo begitu luar biasa, aku yang mempunyai perasaan hancur sangat begitu sulit untuk memulihkan, kadang kala aku bisa berjalan dari rumah menuju kekantor maupun ke gereja tersebut berjalan kaki, karena pikiran aku begitu kosong dan hampa.

Singkatnya dibalik semuanya banyak pelajaran yang aku terima, aku hanya bisa berterima kasih buat pekerjaan tangan Tuhan, Romo, bruder juga suster yang aku temui, aku menjadi seorang katolik karena imanku.

Dengan seiring waktu berjalan… Pelan – pelan aku memulihkan luka – luka yang ada dihatiku… Percaya dengan tanganNya… Suatu saat nanti Dia akan memberikan Pasangan Hidup yang terbaik Untukku… Untuk selamanya…

Hidup memang penuh dengan warna – warni kehidupan, semua harus kita hadapi, sebentuk apapun persoalan itu. Kadang kita hanya mengingat Tuhan pada saat kita sedih… pada saat senang jarang sekali mencarinya.

Dia memberikan Kekuatan dan Penghiburan…
Dia selalu memberikan Jalan dan MenuntunNya…
Dia Jaminan Kehidupan kita…
FirmanNya terang kehidupan kita…


Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku


Sabtu ini (september’09), aku misa bersama dengan teman – teman KPM di st. odelia, suatu hikmat yang aku ambil di misa dari firman yang dibawahkan oleh seorang pastur, pastur mengatakan seorang ; ada seorang suster di suatu bandara beliau bertemu dengan seorang yang hamil, dan perempuan itu mengatakan bahwa dia ingin mengugurkan anaknya yang cacat mental, bahkan perempuan itu sudah berkomunikasi dengan teman – teman gerejanya dan lainnya.

Tetapi yang dikatakan suster itu malah sebaliknya, bahwa dia akan sangat berdosa sekali mengugurkan kandungannya, lalu si perempuan itu mengatakan bahwa suster sangat kejam sekali. Singkatnya…. Setelah jadwal perempuan itu untuk mengugurkan kandungannya kemudian perempuan tersebut selalu mengingat kata – kata suster itu, lalu dia mengambil suatu keputusan untuk tidak mengugurkan kandungan.

Setelah waktunya untuk melahirkan, sungguh ajaib pekerjaan Tuhan… anak tersebut tidak cacat mental seperti yang diramalkan dokter tetapi sebaliknya dokter bingung, mengapa bisa begitu, suatu keajaiban.

Setelah beberapa waktu perempuan itu menemui suster, lalu dia mengatakan kepada suster bahwa; perempuan itu setiap minggu pasti ke gereja tetapi dia tidak pernah merasakan berkat dari Tuhan selesai ekaristi.
Dengan mujizat yang terjadi padanya barulah perempuan tersebut merasakan berkat Tuhan melimpah padanya.

Mari kita renungkan…. Apa kita sama seperti perempuan itu??? Setiap Ekaristi atau ke gereja, apa kita yakin kita merasakan kedamaian hati dan berkat Tuhan???

Sebelum kegereja atau misa (ekaristi), kita harus mempersiapkan hati kita… Misalnya kita ingin berjumpa dengan orang – orang penting, pastinya kita mempersiapkan diri untuk bertemu dengannya, pakaian, dll…. Semuanya kita persiapkan dengan betul – betul supaya tidak ada yang salah….

Lalu???

Kenapa kita tidak mempersiapkan diri juga untuk bertemu dengan Tuhan… Bapa… sahabat kita…. Sinar Kehidupan kita semua….


(Seharusnya Kau Datang – By Edward Chen)
Sering Kali… Aku berdoa
Hanya karena… Tak ingin dicela
Namun kini, Kusadar Tuhan
Seharusnya…. Kudatang….

Dengan segenap rindu
Dari lubuk hatiku
Dengan hasrat yang tulus
Karena… Ku Cinta Padamu

Tak hanya memikirkan
Berkat yang kau berikan
Sungguh hanya, Karenaku…
MengasihiMu…. YESUS


(Thesa 200909)

Minggu, 16 Agustus 2009

Doa Kerahiman Ilahi



Doa Kerahiman Ilahi
(Kaplet Koronka)



Pada tahun 1935, Tuhan Yesus mengajar St. Faustina suatu doa khusus memohon kerahiman Allah.

"Doronglah orang-orang agar mengucapkan doa ini .... barangsiapa yang mengucapkannya, akan menerima kerahiman yang besar .... Melalui doa ini, kamu akan mendapat segala hal, bilamana yang kau minta itu sesuai dengan kehendak-Ku."

Yesus juga mengajar St.Faustina, untuk mengucapkan doa kecil pada tiap jam 3, saat kematian-Nya:

Darah dan air yang memancar keluar dari Hati Yesus Yang Maha Kudus, sebagai sumber kerahiman bagi kami, aku mempercayai-Mu.

Suster Faustina mengucapkannya tiap pagi dan seringkali mengulanginya sepanjang hari, untuk memperbaharui persembahan dirinya kepada Kerahiman Ilahi.

Berikut doanya yang didaraskan dengan bantuan Rosario biasa:

Atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.

Bapa Kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Salam Maria penuh rahmat. Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria Bunda Allah. Doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan pada waktu kami mati. Amin.

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi,
dan akan Yesus Kristus Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria,
yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan wafat dan dimakamkan,
yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati,
yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa,
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati,
Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus,
Persekutuan para kudus, pengampunan dosa,
kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.

(Dimulai dengan dekade pertama, pada setiap manik Bapa Kami, ucapkan kata-kata berikut)
Bapa Yang Kekal, kupersembahkan pada-Mu: Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus,
demi penebusan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia

(Pada setiap manik Salam Maria, ucapkan kata-kata berikut)
Karena sengsara-Nya yang menyedihkan,
kasihanilah kami dan seluruh dunia.

(Setelah selesai 5 dekade, diakhiri dengan kata-kata berikut sebanyak 3x berturut-turut)
Allah Yang Kudus, Allah Yang Maha Kuasa, Allah Yang Kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia.

Atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.




Doa


"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meinta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang daripadamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:7-11)

Apakah yang dimaksud dengan doa?
Doa adalah memanjatkan hati dan pikiran kita kepada Allah untuk berkomunikasi dengan-Nya.

Mengapa kita harus berdoa?
Kita harus berdoa:
a. untuk menyembah Allah, untuk berkata kepada-Nya bahwa Dialah yang menciptakan kita dan bahwa kita bergantung dalam segala hal kepada-Nya.
b. untuk berterima kasih kepada Allah atas segala rahmat karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.
"Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?" (1 Korintus 4:7)
c. untuk meminta ampun dari Allah atas dosa-dosa kita.
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Lukas 18:13)
d. untuk meminta pertolongan Allah dalam segala hal
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamua kan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)

Kapankah kita harus berdoa?
Setiap hari.
a. pada pagi hari, untuk mempersembahkan hari ini kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya dalam menghadapi godaan-godaan hari ini.
b. sepanjang hari, terutama ketika ada godaan.
c. pada malam hari, untuk berterimakasih kepada Allah atas berkat karunia pada hari itu dan untuk meminta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang telah kita lakukan pada hari itu.
d. sebelum dan setelah makan.

Kepada siapa kita berdoa?
a. kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus.
b. Kita juga bisa berdoa kepada Santa Perawan Maria, para malaikat dan orang kudus.
Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. (Wahyu 8:4)

Mengapa kita boleh berdoa kepada Santa Perawan Maria, para malaikat dan para orang kudus?
Karena mereka adalah sahabat-sahabat terbaik Allah dan Allah akan mendengarkan mereka lebih daripada saudara-saudari kita yang lain yang masih hidup dan masih berdosa.
"...pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub." (Ayub 42:8-9)

Kepada siapa kita harus berdoa?
a. Bagi semua orang, siapa saja yang masih hidup di dunia termasuk orang-orang yang memusuhimu.
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:44)
b. Bagi arwah-arwah di Api Penyucian. (lihat pasal 12)

Apa intensi doa-doa kita?
Setiap hari berdoalah supaya kita bisa masuk surga; ketika berdoa bagi hal-hal lain, selalu ucapkan: "Jika ini sesuai dengan kehendak-Mu, ya Tuhan."
"Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:32-33)

Apakah Allah selalu mendengar doa-doa kita?
Ya, tetapi Dia tidak selalu memberikan apa kita minta, karena kita tidak selalu tahu apa yang terbaik bagi kita dan kadang-kadang kita meminta hal-hal yang bisa berakibat buruk bagi diri kita.

Apakah Allah mendengar doa-doa orang berdosa?
Ya, jika mereka memintanya dengan iman yang tulus memohon pertolongan-Nya.
"Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah..." (Luka 18:13-14)

Bagaimana kita harus berdoa?
a. dengan penuh perhatian, mengarahkan pikiran kita pada doa kita.
b. dengan rendah hati, sadar bahwa kita tidak memiliki kuasa apapun tanpa Allah.
c. dengan penuh keyakinan, percaya bahwa Allah bisa melakukan segala hal.
d. dengan penuh ketekunan, tidak pernah kehilangan harapan.
"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya,yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14)

Mengapa doa bersama umum juga diperlukan?
Karena sebagai anggota umat manusia, kita sudah selayaknya memberikan pengakuan kepada-Nya sebagai Tuan segenap umat manusia.

Bagaimana doa bersama umum bisa menolong dunia?
Dengan mendemonstrasikan idealisme Kristiani tentang persaudaraan umat manusia yang mempersatukan laki-laki dan wanita dari segala umur, segala suku bangsa dan segala tempat di dunia dalam menyembah Allah Bapa kita di surga.

Mengapa suatu keluarga harus berdoa bersama?
a. Untuk memohon kepada Allah agar memberkati mereka sebagai suatu keluarga.
b. Untuk meniru Keluarga Kudus (Yesus, Maria dan Yusuf).
c. Untuk memberi teladan yang baik kepada anak-anak.
d. Untuk memelihara ikatan tali kekeluargaan.
"Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:20)

Berapa kali suatu keluarga sebaiknya berdoa bersama?
Sekurang-kurangnya sekali sehari, sebaiknya setelah makan malam, ketika segenap anggota keluarga sedang bersama-sama.

Mengapa umat Katolik memiliki patung-patung dan gambar-gambar orang-orang kudus?
a. Karena mereka ingin menghormati Santa Perawan Maria dan para kudus, sama seperti kita menghormati para pahlawan.
b. Karena dengan melihat gambar-gambar dan patung-patung dari para kudus Allah, menolong kita untuk mengarahkan pikiran kita pada "perkara-perkara yang diatas" (Kolose 3:2) dan dengan demikian menolong kita dalam berdoa.

Bahan Renungan

Selain doa-doa seperti Bapa Kami dan Salam Maria, kita mesti sering berdoa langsung dari hari kita dengan kata-kata kita sendiri. Doa-doa kita yang terbaik seringkali dilakukan bahkan tanpa mengejawantahkan pikiran-pikiran kita dalam kata-kata. Ini disebut "berdoa dalam kata-katamu sendiri tanpa kata-kata". Sebutan lain bagi hal ini adalah doa pikiran atau meditasi. Berdoa dengan cara ini barang lima-belas atau dua-puluh menit setiap hari adalah salah satu cara yang terbaik untuk membangun persahabatan dengan Tuhan kita.

Amat baik untuk berdoa di siang hari dengan doa-doa singkat, seperti "Yesus, aku mengasihimu." "Ya Tuhan, saya mempersembahkan pekerjaan saya saat ini bagi dosa-dosa saya," "Ya Yesus, kasihanilah."

Tidak harus berlutut pada waktu berdoa, akan tetapi dengan sambil berlutut, ini bisa membantu menciptakan sikap perilaku dan semangat doa yang sesuai pada waktu berdoa, terutama pada waktu doa pagi dan doa malam.

http://www.gerejakatolik.net/

Api Penyucian


Apakah yang dimaksud dengan Api Penyucian?
Suatu keadaan atau kondisi hukuman sementara setelah kematian. Sebagai kontrasnya, neraka adalah keadaan atau kondisi hukuman abadi. Ini merujuk pada pemurnian, penyucian. Api Penyucian adalah "tempat" dimana jiwa-jiwa dibersihkan dari akibat-akibat dosa

Bagaimana kita tahu bahwa Api Penyucian itu ada?
Alkitab, Tradisi, dan ajaran serta praktek Gereja Katolik, dan bahkan akal sehat sekalipun, membuktikan adanya Api Penyucian

Bagaimana akal sehat bisa menunjukkan keberadaan Api Penyucian?
Hanya orang-orang yang menanggung dosa maut yang masuk ke neraka. Di lain pihak, tak seorangpun bisa masuk ke surga meski hanya dengan dosa yang terkecil sekalipun. Pasti ada tempat penebusan dan pemurnian bagi dosa-dosa ringan dan kekurangan-kekurangan kita lainnya.

Siapa yang masuk ke Api Penyucian?
Mereka yang telah memelihara karunia rahmat tetapi:
a. meninggal dengan masih memiliki dosa-dosa ringan yang belum dimaafkan.
b. meninggal tanpa melakukan penitensi yang mencukupi untuk membayar hutang hukuman sementara yang diakibatkan oleh dosa-dosa mereka di masa lalu.

Apakah yang dimaksud dengan: "hukuman sementara sebagai akibat dosa" ?
Meskipun Allah mengampuni dosa-dosamu, Dia tetap menuntut penitensi atau hukuman dalam hidup ini atau hidup yang berikutnya.

Apakah ada penderitaan di Api Penyucian bagi mereka yang masuk kesana?
Ya, selain disebabkan karena untuk sementara tertunda dari persatuan dengan Allah di surga, mereka yang di api penyucian juga harus menderita sengsara proses pemurnian.

Berapa lama seseorang harus menderita di Api Penyucian?
Tergantung dari jumlah dan besar dosa-dosa mereka yang harus ditebus.

Setelah dilepaskan dari Api Penyucian, kemanakah kita?
Ke surga untuk berada bersama-sama dengan Allah dalam sukacita sempurna yang abadi.

Bagaimana kamu bisa menolong jiwa-jiwa di Api Penyucian?
Kamu bisa memperpendek penderitaan mereka dengan merayakan Misa Kudus bagi mereka, berdoa bagi mereka dan melakukan perbuatan-perbuatan amal bagi mereka.

Apakah Alkitab mengajarkan kita untuk berdoa bagi orang-orang yang sudah meninggal?
Ya, kita mengetahui bahwa Yudas Makabeus mengirim 12000 keping perak ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban bagi dosa-dosa mereka yang sudah meninggal. (2 Makabe 12:43)

Bagaimana kamu bisa terhindar dari Api Penyucian?
Dengan berusaha untuk menghindari segala dosa-dosa, bahkan yang terkecil sekalipun, dan dengan melakukan penitensi bagi dosa-dosa yang telah dimaafkan.



Bahan Renungan


Hari Raya seluruh jiwa adalah hari yang disediakan oleh Gereja bagi doa-doa dan Misa-Misa khusus bagi jiwa-jiwa yang menderita di Api Penyucian. Hari ini dirayakan setiap tanggal 2 November.

Mereka yang berada di Api Penyucian tidak dapat menolong diri mereka sendiri. Kita harus membantu mereka dengan doa-doa kita dan pengurbanan kita. Yang kita tahu, mereka pada gilirannya juga bisa dan dapat berdoa bagi kita.

@http://www.gerejakatolik.net/

Alkitab dan Tradisi


Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. [Ibrani 1:1-2]

Apakah yang dimaksud dengan Alkitab?
Suatu kumpulan tulisan-tulisan yang merupakan hasil inspirasi Allah dan yang mengandung pesan-pesan keselamatan.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik" [2 Timotius 3:16-17]

Apa yang dimaksud dengan kata "hasil inspirasi Allah"?
Artinya adalah bahwa Allah memilih beberapa orang dan membimbing mereka untuk menuliskan segala hal, dan hanya hal-hal tertentu, yang Allah ingin untuk dituliskan.
"Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." [2 Petrus 1:21].

Lantas, sesungguhnya siapakah pengarang Alkitab yang sebenarnya?
Allah tentunya, karena Dialah yang membimbing orang-orang ini untuk menuliskan hal-hal yang diinginkan-Nya, meskipun Dia membiarkan mereka menulis dengan bahasa dan gaya mereka masing-masing.
"Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus."[Galatia 1:11-12].

Kapankah segala tulisan-tulisan ini dijadikan satu?
Gereja Katolik menjadikan semuanya dalam satu buku antara tahun 350-405 Masehi.

Bagaimana pembagian dalam Alkitab?
Alkitab terbagi dalam dua bagian utama, Perjanjian Lama (Yahudi) dan Perjanjian Baru.

Apa yang termasuk dalam Perjanjian Lama?
Perjanjian Lama mengandung hal-hal yang diwahyukan oleh Allah kepada umat manusia sejak awal dunia sampai dnegan kedatangan Putera-Nya, Yesus Kristus.

Apa yang termasuk dalam Perjanjian Baru?
Perjanjian Baru mengandung apa yang Tuhan wahyukan melalui Putera-Nya dan melalui Para Rasul-Nya

Apakah mungkin seseorang bisa salah mengartikan isi Alkitab?
Memang benar, bahkan Alkitab sendiri mengatakan demikian.
"Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. "[2 Petrus 3:16].

Apakah segala pengetahuan kita tentang apa yang Tuhan ajarkan hanya kita dapat melalui Alkitab saja?
Tidak, ada juga apa yang disebut sebagai Tradisi Suci.
"Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini" [Yohanes 20:30].

Apakah yang dimaksud dengan Tradisi?
Yaitu Firman Allah yang diturunkan kepada kita melalui para Rasul dalam pengajarannya dan melalui para penerusnya dalam Gereja sampai hari ini.
"Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. " [2 Tesalonika 2:15].

Apakah kamu harus percaya pada Tradisi?
Ya, karena Tradisi meneruskan firman Allah yang murni. Tradisi Suci bersama-sama dengan Kitab Suci membentuk satu deposit yang utuh dari firman Allah. Umat Kristen perdana belajar segalanya dari Tradisi, karena baru nanti kemudian sebagian dari ajaran-ajaran Yesus dituliskan. Tulisan yang terakhir dituliskan yaitu menjelang akhir abad pertama.

Apakah kita boleh untuk memilih apa yang kita inginkan?
Tidak, kita wajib untuk menerima segala kebenaran yang tercantum dalam Alkitab dan Tradisi, karena inilah cara Tuhan berbicara kepada kita.

Bagaimana kita dapat mengetahui dan mengerti arti sebenarnya dari firman Allah?
Tugas menjelaskan secara resmi arti dari firman Allah dalam Alkitab dan Tradisi telah dipercayakan kepada Gereja yang hidup, yang didirikan oleh Tuhan kita.

Bahan Renungan

Masalah-masalah duniawi dan masalah-masalah iman datang dari Tuhan yang sama. Oleh karenanya tidak bisa ada kontrakdiksi antara Alkitab dan ilmu pengetahuan karena keduanya sama-sama mencari kebenaran yang tidak bisa diubah. Kisah penciptaan dunia dan umat manusia, sebagai contohnya, tidak dimaksudkan oleh Allah sebagai suatu penjelasan ilmiah, tetapi semata-mata sebagai suatu cara untuk membimbing orang-orang pada masa itu.

"Mengabaikan Kitab Suci sama dengan mengabaikan Kristus [Santo Yeremia]

Banyak orang membeli Alkitab, mulai membacanya dan lantas berhenti, karena membaca Alkitab tanpa bantuan bisa mematahkan semangat. Bacalah Kitab Suci dengan bantuan buku-buku yang berisi tafsiran ayat-ayat Kitab Suci.

@http://www.gerejakatolik.net/

Kunci Persatuan Gereja


Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Matius 16:15-19)

Apakah yang Yesus lakukan untuk memastikan Gereja-Nya akan selalu bersatu?
Dia mengirim Roh Kudus untuk berdiam dalam Tubuh-Nya yang adalah Gereja, mempersatukan semua umat satu dengan yang lain dan dengan diriNya sendiri, Kepala dari Tubuh Kristus.
Dia telah memberikan kita Roh-Nya yang, merupakan kesatuan dan mahluk yang sama dalam kepala dan para anggota-anggotanya, menghidupkan, mempersatukan, dan menggerakan seluruh Tubuh. {Konsili Vatikan II, paragraf 7)
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisa, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. (Efesus 4:3-6)

Siapakah instrumen terutama pengajaran dan karya yang mempersatukan dari Roh Kudus di dalam Gereja?
Sri Paus, yang adalah Uskup Roma dan Vikarius Kristus di dunia. Dia adalah kepala yang terlihat dari seluruh Gereja Katolik.
"Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya." (Yehezkiel 34:23)

Siapakah Paus yang pertama?
Rasul Petrus, yang diangkat menjadi Paus oleh Yesus Kristus sendiri.

Kapankah Yesus membuat Santo Petrus sebagai Paus pertama?
Sesaat sebelum Dia naik ke sorga, Yesus memberikan otoritas penuh kepada Santo Petrus atas seluruh Gereja-Nya. Beberapa bulan sebelumnya, Dia telah menjanjikan hal ini.
"Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga..." (Matius 16:18-19)
Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku....Gembalakanlah domba-domba-Ku...Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17)

Apakah otoritas Petrus berakhir setelah dia wafat?
Tidak. Kuasa itu diteruskan kepada Santo Linus, dan setelah dia wafat, diteruskan kepada yang berikutnya, demikian secara terus-menerus selama 2000 tahun.
Untuk menemukan Gereja Kristus yang sejati di dunia ini, engkau harus menemukan Petrus atau penggantinya yang sah. "Dimana Petrus berada, disanalah Gereja berada." (Santo Ambrosius, abad ke-4)

Apakah Yesus menginginkan kita untuk mematuhi Sri Paus dalam hal agama?
Ya, karena kepatuhan dan kesetiaan kepada Sri Paus adalah salah satu syarat utama dari Tuhan Yesus demi persatuan dalam Gereja-Nya.
"Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Matius 16:19)
"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita.." (Yohanes 17:21)

Apakah Sri Paus bisa salah ketika mengajarkan ajaran agama?
Tidak ketika beliau mengajar secara resmi (ex cathedra) sebagai kepala Gereja. Dia mendapat rahmat perlindungan khusus yang diberikan Allah supaya terhindar dari kesalahan pengajaran.

Poin-poin Praktis

• Roh Kudus tinggal dalam anggota-anggota Gereja dan membantu mereka dengan rahmat-Nya sesuai dengan tugas-tugas mereka. Ini cara-Nya membimbing Gereja dan memberi hidup dan persatuan. "Seperti Kristus adalah Kepala Gereja, demikian juga Roh Kudus menjiwai Gereja. (Paus Leo XIII)

• Sri Paus tinggal di kota Vatikan, suatu wilayah yang independen di dalam lingkup wilayah kota Roma, Italia. Dia adalah Uskup Roma. Sejak jaman Santo Petrus, Uskup Roma selalu menjabat sebagai Paus. Ketika seorang Paus wafat, para Kardinal memilih penggantinya.

@http://www.gerejakatolik.net/